Skip to main content

Ketika Ngebabu itu Menyenangkan

Ketika Ngebabu itu Menyenangkan

Move on 2

Setelah puas males-malesan, nyambung-nyambung ke drama Korea dari move on 1: Penulis Burung ternyata penyakit males itu (Baca: me time berkepanjangan) bikin badan pegel-pegel juga, sepertinya butuh moodbooster. Mentang-mentang gak tinggal sama mertua lagi jadi semaunya sendiri kapan mau males-malesan kapan mau rajin dan kerajinan banget, hihi serasa merdeka.

Tapi males-malesan gak selamanya enak di badan loh, beneran pikiran bukannya sehat malah minta di refresh. mulai deh, mengarah ke travelling 😂 tapi sayang, jalan-jalan itu kan butuh money, haha. Dan pilihan altetnatif lainnya selain travelling adalah beberes rumah! Atau saya menyebutnya ngebabu. Ngebabu dalam artian yang positif ya. Ngebabu = Olahraga beberes rumah.

ya, kegiatan yang setiap hari ibuibu lakukan ini ternyata bagi saya menyenangkan, loh (Saya juga ibu-ibu). Tapi inget beberesnya dari hati, pake seni loh ya, haha. Jangan asal sapu, pel, tapi bagaimana caranya rumah itu menjadi asri, nyaman, damai, enak dipandang karena 'rumah adalah surga, jadi harus nyaman untuk para penghuninya. #eeaa

Jadi jika kalian tanya, apa yang saya lakukan ketika sedang bosan, badmood, sedih, kecewa, sakit Hati tapi gak punya duit buat travelling apalagi shopping? 

Dan pilihan saya untuk menyenangkan diri adalah ngebabu dirumah! di rumah sendiri loh ya, jangan di rumah orang lain itu mah namanya kerja 😂

Memang jawaban paling banyak adalah berdoa kepada tuhan. Hmm, sebenarnya ini benar juga, soalnya dengan mendekatkan diri kepada Nya hati menjadi lebih nyaman dan enteng. Tapi tidak berhenti sampai disitu kamu yang sedang galau membutuhkan carger untuk sekedar action, seperti ya, salah satunya itu ngebabu. 😂

Mulai dari bangun subuh, shalat, mandi, mencuci, ke pasar, masak, beberes lagi, tidur siang, dan siklus terus berputar. Hebatnya emak itu selain punya jabatan tinggi juga multitasking di dalam rumah. Bisa jadi guru, perawat, tukang kebun, tukang beberes, manager keuangan, wakil pemimpin, penasihat. Dan kita harus manfaatkan peran itu, salah satunya bertugas beberes dan menata rumah (Kalo orang yang tugasnya mengatur interior rumah disebut apa tuh? ya itulah, hihi). Dan itu sukses membuat pikiran saya teralihkan dari hal yang kurang bermanfaat, contohnya kumpul-kumpul gosip, pantengin terus online shop tapi gak punya duit buat belanjanya buangin waktu dan kouta, sekalinya ada uang harus ada rem biar gak laper mata, nonton drama Korea yang bikin nagih di setiap episodenya dan ujung-ujungya males masak (Tapi sesekali gapapa sih, sesekali loh!) 😂

Jadi ceritanya sudah lama saya tidak berkunjung ke rumah orangtua di Bekasi, mumpung sekarang lagi ada di rumah mamah saya anggap ini kesempatan saya untuk beraksi, haha. tau sendirikan kalo sudah tua itu untuk urusan rumah pasti butuh bantuan tangan anak-anaknya yang idep gak cuma numpang neduh dan makan aja. apalagi sekarang di rumah tinggal anak laki-lakinya semua bisa dibayangin berantakannya kaya apa.

Di mulai dari bebenah lantai atas, keluarin barang yang gak dipake yang menjadi sampah di laci zona abang, sampe yang paling berat yaituuuu 'mencuci seabrek sampe menilap pakaian semua lemari!'
capek?
banget!
kalo udah capek, boleh tidur siang!

Nahkan kalo rumah sudah bersih, rapih, nyaman, pikiran jadi lebih fresh. Enak juga buat berpikir jernih, siapa tau nemu ide cemerlang, ambil perangkat lalu berkreasi. 

Hindari mengurung diri!
Jangan kebanyakan melamun, jangan ngerem dikamar, dan meratapi nasib. Memang terkadang menangis itu dibutuhkan untuk mengobati hati, but setelah itu, setelah puas mengeluarkan unek-unek, sampai akhirnya bosan maka setelah itu KELUARLAH. Sibukan diri dengan hal yang bermanfaat, lakukanlah apa yang dulu ingin kamu lakukan tapi terhambat oleh sebuah enggament.

Intinya, Jangan malas untuk bergerak karena tubuh diciptakan memang untuk bergerak. dan kita manfaatkan anugrah tuhan itu untuk hal yang positif.

Ayo, buibu angkat sapu kalian!

Comments

  1. Haha, agak ngakak baca postingan ini. Lucu tapi menginspirasi mbak. Salut, salut! Mari angkat sapunya, eh....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalamanku Ketika Melahirkan Anak Pertama

Sudah lima tahun lamanya saya melahirkan si sulung. jika diingat-ingat saya masih ingat betul rasanya proses melahirkan itu seperti apa. baiklah saya akan tuang pengalaman ini di sini, mengenang rasanya pertama kali menjadi seorang ibu. 
1 Bulan Sebelum Melahirkan
Seperti biasanya saya olahraga jalan kaki di sekitar rumah (waktu  itu saya masih ikut mertua) tiba-tiba perut bagian bawah saya dan tulang selangkangan sakit sekali seperti rahim turun drastis, rasanya berat tiba-tiba. apa mungkin karena saya berjalan terlalu cepat. saya istirahat sejenak dan tidak bisa berdiri saya jongkok beberapa saat, lalu jalan lagi. waktu itu saya takut sekali melahirkan, takut kelahiran anak saya prematur.

kaki terpelintir setiap mau meluruskan badan setelah bangun tidur, sakitnya luar biasa sampai tidak bisa digerakan sama sekali, jeda beberapa menit mulai lancar digerakin. ini terjadi setiap 2 hari sekali pas hamil tua, ga tau kenapa.

Saya melakukan pemeriksaan USG tahap terakhir diantar deng…

Anak Tumbuh Menjadi Nakal? Intropeksi Cara Mendidiknya

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya nakal, memliliki anak yang soleh dan soleha adalah impian semua orang. lantas bagaimana dengan anak yang nakal atau pembangkang? padahal kita sudah berusaha maksimal mendidiknya.

Jika anak berubah menjadi nakal, jangan langsung menyalahkannya atau orang lain tapi dimulai dari  intropeksi 'diri sendiri' dulu, apakah selama ini sudah benar cara mendidiknya? jangan-jangan, kita justru keliru. tak jarang orang tua merasa benar tapi justru salah, meskipun yang kita lakukan semata-mata untuk kebaikan anak. tapi jangan sampai jadi 'salah didik'.

Allah berfirman: إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. At Taghabun: 15)
Anak juga menjadi cobaan hidup bagi orangtuanya. Sehingga orangtua diminta agar berhati-hati. Keindahan itu tidak boleh melalaikan kita dari tugas para orangtua menjadi h…

Bersama, kita hentikan Kekerasan pada Anak dan Perempuan

Beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2014 saya menaiki bus dari Bekasi menuju Indramayu berdua dengan anak saya yang masih balita. waktu itu keadaan penumpang cukup sepi, mungkin hanya 5 baris dari depan yang terisi penuh. selebihnya di belakang kosong melompong. saya duduk di paling belakang barisan ke 5. pada barisan tempat duduk yang sejajar dengan saya ada laki-laki dan perempuan, sepertinya mereka pasangan entah pasturi atau pacar, dari wajahnya mereka masih sangat muda sekitar 20 tahunan.

Tidak lama duduk menikmati perjalanan, terdengar suara gaduh yang menarik perhatian saya sepertinya pasangan itu sedang bertengkar. laki-laki itu berbicara dengan kata-kata kasar, membentak, dan memaki si perempuannya. saya mulai khawatir terjadi sesuatu, dan semakin khawatir karena pasangan itu pindah ke tempat duduk paling belakang.

Suara gaduh itu tidak berhenti sampai disitu, disusul dengan suara benda jatuh. ya allah saya mulai ketakutan. anehnya orang seisi bus tidak ada yang peka, sa…

Jika Tabungan Berencana di Ambil Sebelum Jatuh Tempo

Jika kamu masih ragu untuk memutuskan ikut tabungan berencana atau kamu yang sedang ikut program tabungan jenis ini dan lagi dilema memikirkan "ambil, jangan, ambil, jangan" atau "ikut, jangan, ikut, jangan" kamu sedang membaca artikel yang tepat! karena saya akan mengulas semua sebab, akibat "Menarik Saldo Tabungan Berencana Sebelum Jatuh Tempo" dan "Tips Sebelum Membuka Tabungan Berencana" sebagai antisipasi agar suatu saat nanti kalian tidak gagal di tengah jalan. 

Tabungan berencana atau berjangka adalah jenis tabungan perencanaan target keuangan untuk mencapai suatu keinginan dan mengharuskan kita untuk setor setiap bulannya dengan jumlah tertentu yang sudah kita tentukan sendiri. selain aman dan menguntungkan, tabungan jenis ini juga memberikan bunga yang lebih besar dari pada tabungan biasa. namun bagaimana jika tabungan rencana yang kita harapakan untuk mencapai target yang kita inginkan, ternyata putus di tengah jalan karena suatu alasan…

Keuntungan Tabungan Berencana dan Resikonya Jika Diambil Sebelum Jatuh Tempo

Saya rasa sudah hampir semua orang memiliki rekening tabungan di bank. kalo sudah mempunyai rekening tabungan mayoritas mereka memiliki kartu ATM. saya jadi ingat dulu waktu membuat kartu ATM pertama saya, sangatlah ribet tidak segampang seperti saat ini. sekarang hanya pakai KTP pun jadi. dulu punya kartu ATM ada kebanggan tersendiri (bangganya versi anak 18 tahun yang punya hubungan dengan bank 😂) kartu ATM  di buat sebagai alat menerima gaji dari perusahaan tempat saya bekerja.

Waktu mempunyai rekening di bank saya tidak begitu mengerti istilah "ayo, menabung di bank" kalimat yang biasanya di tempel di kaca pintu masuk kantor bank.
"Ah, percuma naro uang di bank toh nanti di gesek, ambil, habis juga kan uangnya"
atau di sisain aja separuh gaji di rekening untuk di tabung?
"Ah percuma nanti gatel kalo butuh, ujung ujungnya gesek lagi".
ya, begitulah dulu pemikiran saya tentang bank. tidak mengerti deposito, bunga, yang saya tau itu Bank cuma tempat or…

Peluang Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga

Ada banyak perubahan setelah seorang wanita hidup berumah tangga, termasuk pribadi dan kebiasaannya. Jujur, jujur banget nget nget haha, dulu waktu ketemu teman lama satu sekolah atau satu tempat kerja ada perasaan gimana gitu, hehe ya gak gimana gimana gitu juga sih. melihat teman kita tetap bisa bekerja di kantor sedangkan kita kucel kucelan di dapur padahal dulu ketika sekolah bareng kerja bareng kita termasuk perempuan sosalita eh, paling update sama makeup. ini mah kayannya kisah gue deh, haha.

okey langsung aja ke inti, ada cerita menarik yang saya baca di MEDSOS seseorang yang bercerita tentang sesorang juga tentang status FB wanita karir lulusan S2 yang lebih memilih minggalkan karier cermelangnya dengan alasan,

 " saya ingin anak-anak dari kecil , di bimbing dan di didik oleh lulusan S2, bukan oleh pembantu yang rata-rata lulusan SD atau SMP "

ada juga yang seperti ini,

 "wanita itu tidak mesti berpendidikan tinggi-tinggi. Toh, pada akhirnya ia akan menjadi ibu…