Penulis Burung

by - June 12, 2018


Move on 1

Pernah nonton drama Korea 'Full House?

Jika pernah, kalian pasti tahu kata penulis burung, dalam karakter Han Ji eun. Drama Korea bergenre komedi-romantis ini sukses membuat saya terhibur disetiap episodenya. Jadi inget kehidupan han ji eun diawal episode, han ji eun selalu bangun siang, rumahnya yang berantakan  tidak ia pedulikan. beranjak dari tempat tidur, langsung mengambil minum di kulkas tanpa sarapan, ji eun langsung menuju meja kerjanya dan menghadap ke komputer untuk menulis. terkesan pemalas namun ia fokus menulis, yang sebenarnya dia belum jadi penulis sesungguhnya saat itu. Meskipun pengangguran, ia tetap menulis, menulis dan menulis.

Sejujurnya itu mengingatkan saya pada diri saya, jahaha 😂 ga perlu ya, dijelasin detailnya kebiasaan saya. 🤔🤔 Cuma bedanya han ji eun ini punya anak dan tidak tinggal di rumah 'Full House 😁
Bangun tidur bukannya beres-beres malah langsung cek hape, dikit-dikit nulis. saya lebih sering menulis di hape dari pada di laptop. jadi kalo kalian bertemu saya di krl sedang mengetak ngetik keypad itu tandanya saya sedang menulis blog #gak nanya. Tentunya aktifitas ngeblog itu saya lakukan saat anak sedang anteng bermain atau tidur. (yakiinn??)

Lagi ngapa-ngapain pikiran melayang mencari imajinasi terutama jika ada kewajiban setor tulisan. Imajinasi itu bisa datang dari pikiran emak-emak dimana saja. Nyuci piring nemu ide, nyapu nemu ide, bersih-bersih nemu ide, ngelamun mikirin ide, nyuci baju nemu duit lah dikantong baju. Tapi kalo gak ada job, ya nulis santai aja kaya gini.

Menulis memang hobi saya sejak kecil. menulis menjadi waktu luang yang menyenangkan buat saya, setidaknya 18000 kata setiap hari bisa dikeluarkan disini. tapi hari ini rasanya beda. menulis bagi saya adalah tempat pelarian untuk melupakan hati yang sedang ... entahlah apa bilangnya. semua pikiran ini selain urusan anak dan iman sisanya saya fokuskan untuk dituang dalam tulisan. makanny tadi saya bilang seperti han ji eun.

Ada beberapa faedah yang saya ambil dari kisah han ji eun Full house. Meskipun itu cuma serial drama yang udah disetting alur dan jelas  happy endingnya. beda sama kehidupan nyata, yang gak mungkin banget dengan instan bermimpi langsung dapet jodoh yang ganteng, baik, lucu plus tajir pula. #abaikan bagian ini 😂

Di kehidupan nyata kita cuma bisa berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada tuhan. Hidup bagai sudah di sekenariokan oleh tuhan, dan kita gak pernah tau endingnya. Jelas beda dengan film, film selalu jelas alur dan endingnya mengikuti sekenario pengarang, tapi seknario tuhan penuh dengan teka-teki. Ada yang disebut petunjuk untuk menjawab teka-teki itu, Ada yang disebut hidayah untuk memperbaiki kesalahan lakon, Atau keberuntungan mendapat hadiah dari tuhan, dan kesengsaraan adalah ujiannya. Ada pula yang disebut scene 'keajaiban' yang mengubah takdir. keajaiban itu saya menyebutnya 'doa. It is true!

Benar sekali! Melakukan apa yang masih bisa saya lakukan. Bisanya menulis, menulis saja, Jika han ji eun si penulis burung sudah disekenariokan menjadi pengarang sukses, Saya belum tentu. bisa jadi setelah lama menjadi penulis blog, tiba-tiba nanti jadi guru lagi, entrepreneur, atau director media online boleh juga #hihi gak nanggung-nanggung, yang nikmatin aja prosesnya, menjadi diri sendiri itu lebih baik, selanjutnya biarlah tuhan yang mengaturnya 😊



You May Also Like

11 komentar

  1. Aku belum ngeh kekuatan menulis itu apa. Kesenangan menulis aku mulai sejak SD sebatas menulis diary aja sih. Begitu buku diary habis langsung dibakar. Takut rahasia dibaca orang hahaha

    Menulis juga membuatku bisa mengeluarkan unek2 karena memang aku agak susah berbicara atau mengobrol secara face-to-face. Sekarang alhamdulillah sudah beranjak lebih luas, dari diary ke blog. Kegiatan menulis saat ini bukan sekedar curhat saja, tapi juga melihat satu kejadian dari sudut pandang lain agar pembaca bisa mendapatkan hikmah dan pelajaran darinya. Lewat menulis aku tahu artinya sharing is caring. Menulis bukan maksud menceritakan diri untuk sombong, tapi sebagai sarana saling mengingatkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

    Walaupun hobi menulis terkesan biasa-biasa saja dan terkadang pekerjaan menulis seperti gak pasti berduit, aku sangat menghargai orang-orang yang senang menulis karena tidak semua orang mampu dan mau menulis.

    Semangat. . . !

    ReplyDelete
    Replies
    1. BEner sekai mbak, hiks terharu deh 😁

      Delete
  2. Gara2 full house aku ngebet rambut keriting teh 🤣🤣🤣 tapi realita nya ya hmm 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Episode pertama dia dikeriting yang rambutnya. Pas tengah2 rebonding 😂

      Delete
  3. curhatnya menarik, tapi sya suka curhatnya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdululah Kalo suka dan gak sampai muntah2 setelah Baca ini 😂

      Delete
  4. angkatan berapakah kita? kok sama sama tahu Full House? hehe
    ketahuan "tua" nya hehehe

    ReplyDelete
  5. Ternyata pecinta drama korea juga,
    Sama kaya aku..

    Tapi kalau aku kalau udah sekali setel kasetnya, gak akan berenti nonton sampai abis. Pernah bahkan dalam 20 episode cuma 2 hari. Begadang semaleman , pagi lanjut lagi.

    Jadi agak dilema,
    Karna saat nonton inspirasi datang tapi gak bisa berenti buat nonton, jadi musuh dalam selimut kalau buat aku..

    Sama seperti mba bella,
    Aku juga belajar banyak dari ketekunan seorang han jie eun.
    Bakat itu bukan modal utama, itu cuma bonus. Yg sebenarnya membuat dia sukses jadi penulis adalah sikap pantang menyerahnya dan terus mau belajar.

    Mudah saya juga bisa begitu,
    Konsisten, dan terus belajar...

    Pelukkk sayang ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kita Sama bahkan bukan Full house aja ya drama yg seru juga langsung sy abisin 2 Hari sampe kouta bengakak makannya hati2 pilih tontonan drakor 😂

      Makasih mbak 😘

      Delete
  6. Sampai sekarang masih sering ngakak kalau nonton full house padahal udah berulang-ulang.
    Salut buat mbaknya bisa konsisten nulis di hp, saya kalau di hp rada susah, lebih suka di lepi tapi karena jarang buka lepi, akhirnya nulisnya wassalam. Hahaha

    ReplyDelete