Skip to main content

Sehari Menjadi Relawan di Sekolah Rusak


Pagi sekali saya menaiki KRL dari Bekasi menuju Bogor. Hari itu keadaan di dalam kereta tidak seperti biasanya lebih lowong karena bertepatan dengan longweekend, jadi saya lebih semangat dan pastinya kebagian tempat duduk. Beberapa hari sebelumnya saya mengajukan diri di sebuah undangan untuk ikut serta menjadi relawan di sekolah rusak. Setelah mengisi form, tidak lama saya menerima email untuk mempersiapkan diri. Barakallahu, pada kesempatan ini saya bisa sharing kepada pembaca, bagaimana sih rasanya ikut berkontribusi di sekolah rusak ini? Dan hasilnya ternyata luar bisa dari bayangan saya sebelumnya.

Dari stasiun saya menuju markas/kantor relawan YAPPIKA-Actionaid menggunakan ojol(ojek online) sampai disana teman-teman relawan lainnya sudah berkumpul. hari ini ada dua kelompok yang bertugas, kelompok Serang dan kelompok Bogor. Dari kelompok Bogor ada dua sekolah yang harus dikunjungi, yakni SD Srimurni dan SD Mutiara. Saya sendiri kebagian mengajar kelas 6 di SD Negeri Mutiara, ds.Cibebeur, kec. Leuiliang, kab. Bogor.

Sebelum keberangkatan ketua memberi pengarahan dan pembagian tugas


Perjalanan itu kita tempuh kurang lebih satu setengah jam dari kantor YAPPIKA dan Kopel atau dua jam dari stasiun Bogor. Saya bersama teman-teman lainnya mengendarai mobil pribadi untuk sampai di tujuan. Meskipun smakin lama semakin berliku-liku, dan semakin menyempit jalan terus dilalui. Segera kegelisahan itu terbayar oleh kegembiraan anak-anak yang antusias rebutan bersalaman dengan kami.




Ketika tiba di lokasi, saya tersentak melihat keadaan sekolah tersebut. Antara melihat realita dan semangat mereka rasanya sangat keterbalikan membuat saya terharu. Sekolah SD Mutiara kondisinya rusak parah dan tidak layak. Murid-murid takut untuk belajar disana, karena khawatir puing-puing jatuh mencelakaan mereka. Sehingga banyak orangtua yang memilih sekolah lain (bagi yang mampu) atau pilih tidak meneruskan sekolah anaknya (bagi yang kurang mampu) dan bertahan. jumlah seluruh muridnya dari kelas 1-6 tidak lebih dari seratus anak.

Kondisi sekolah SD Mutiara sangat memprihatinkan


Murid-murid terpaksa belajar di tenda yang hanya dibatasi sekat terpal perkelasnya


Saya memperkenalkan diri kepada mereka, mereka pun bergantian memperkenalkan diri. maju dengan malu-malu, menyebutkan nama, tempat tinggal dan hobi. beberapa kali saya tertawa melihat tingkah dan ekspresi anak-anak yang polos dan lucu. bahkan ada yang belum tau hobi, maka saya menjelaskan "apa itu hobi" dengan sedikit terjemahan bahasa sunda. di tengah-tengah kegiatan saya memberi anak-anak tugas menggambar "cita-cita" mereka, dan hasilnya menakjubkan. anak yang masih kecil ini sudah memiliki gambaran apa yang ingin ia raih di masa depan, meski keterbatasan sekolah tidak menyurutkan semangat yang masih begitu segar di wajah-wajahnya. saya berusaha membangun kedekatan kepada anak-anak, mereka senang di beri motivasi dan kata-kata pujian itu terlihat dari mimik wajahnya yang penuh tawa dan ekspresif.

Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan disini, salah satunya mengenal beraneka ragam karakter anak-anak usia 8-9 tahun. Bukan penyesuaian yang gampang loh, terlebih saya sudah terbiasa mengajar dengan gaya saya yang lebih banyak mengajar anak usia SMP dan SMA. saya belajar berkomunikasi yang menyenangkan dengan mereka terutama belajar bahasa sunda, hehe. Untungnya saya masih darah sunda jadi sedikit nyambung.

Keadaan ini berbeda sekali dengan sekolah-sekolah di kota besar, seperti pembangunan dan fasilitas yang tidak merata. tidak hanya itu yang lebih memprihatinkan, tingkat perkawinan di usia sekolah masih tinggi di daerah ini. anatara usia SMP mereka banyak yang lebih memilih menikah. selain faktor lingkungan, pihak dari orangtua pun lebih mendukung anaknya menikah daripada sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

yang saya lihat dari mereka adalah secercah harapan bangsa. oleh karena itu, tidak hanya sekedar mengucapkan hari pendidikan di media sosial tetapi ingin ikut bekontribusi nyata untuk mereka. melalaui YAPPIKA-Actionaid saya bisa menjadi relawan satu hari di sekolah rusak. YAPPIKA adalah organisasi nirlaba yang telah bekerja selama 25 tahun untuk menyuarakan ketidakadilan dan kemiskinan serta mendesak pemerintah dalam hal pemenuhan hak pelayanan publik. Tahun 2016, YAPPIKA bergabung menjadi anggota Actionaid, sebuah organisasi nirlaba internasional yang memiliki visi dan misi yang sama yaitu mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan sosial di seluruh dunia. nama YAPIKKA kini menjadi YAPPIKA-ActoinaAid.














saya yakin bahwa semua anak indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan meraih cita-cita. karena semua anak terlahir cerdas dengan kemampuan uniknya masing-masing, selama itu bermanfaat untuk orang lain. semoga langkah kecil saya dan teman-teman lainnya mampu membangkitkan semangat mereka agar tetap bertahan dan tidak takut untuk bermimpi menjadi bersinar suatu saat nanti. jika 1,2, 10 orang saling membantu dan memotivasi apalagi jika seluruh masyarakat ikut berperan bergotong royong mendukung pendidikan yang lebih baik lagi, pasti dampaknya akan lebih besar, dan merata. setiap hari adalah hari pendidikan! selamat hari pendidikan :)

Dukungan ini dipersembahkan oleh;
Relawan YAPPIKA-Actionid
Situs Web; www.yapikka-actionaid.or.id
Media Sosial
IG; @yappikaactionaid
FB; Yapikka-ActionAid
#SekolahAman

Comments

  1. Mba, itu sekolahnya apa nggak bahaya. Aku lihatnya takut roboh. Semoga segera dibangun kembali dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru itu mbak, aku juga baru liat sekolah yang begitu parah Semoga saja segera diperbaiki

      Delete
  2. Ya ampun.. kasian sekali mereka..
    Programnya bagus yaa.. semoga sekolah mereka bisa segera di renovasi yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapan Kita semua bgt y mbak, Semoga cepet tertangani

      Delete
  3. Semoga pemerintah tergerak hatinya ya mbak untuk membantu merenovasi sekolah disana. Salut sama semangatnya anak2 disana

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalamanku Ketika Melahirkan Anak Pertama

Sudah lima tahun lamanya saya melahirkan si sulung. jika diingat-ingat saya masih ingat betul rasanya proses melahirkan itu seperti apa. baiklah saya akan tuang pengalaman ini di sini, mengenang rasanya pertama kali menjadi seorang ibu. 
1 Bulan Sebelum Melahirkan
Seperti biasanya saya olahraga jalan kaki di sekitar rumah (waktu  itu saya masih ikut mertua) tiba-tiba perut bagian bawah saya dan tulang selangkangan sakit sekali seperti rahim turun drastis, rasanya berat tiba-tiba. apa mungkin karena saya berjalan terlalu cepat. saya istirahat sejenak dan tidak bisa berdiri saya jongkok beberapa saat, lalu jalan lagi. waktu itu saya takut sekali melahirkan, takut kelahiran anak saya prematur.

kaki terpelintir setiap mau meluruskan badan setelah bangun tidur, sakitnya luar biasa sampai tidak bisa digerakan sama sekali, jeda beberapa menit mulai lancar digerakin. ini terjadi setiap 2 hari sekali pas hamil tua, ga tau kenapa.

Saya melakukan pemeriksaan USG tahap terakhir diantar deng…

Anak Tumbuh Menjadi Nakal? Intropeksi Cara Mendidiknya

Tidak ada orang tua yang ingin anaknya nakal, memliliki anak yang soleh dan soleha adalah impian semua orang. lantas bagaimana dengan anak yang nakal atau pembangkang? padahal kita sudah berusaha maksimal mendidiknya.

Jika anak berubah menjadi nakal, jangan langsung menyalahkannya atau orang lain tapi dimulai dari  intropeksi 'diri sendiri' dulu, apakah selama ini sudah benar cara mendidiknya? jangan-jangan, kita justru keliru. tak jarang orang tua merasa benar tapi justru salah, meskipun yang kita lakukan semata-mata untuk kebaikan anak. tapi jangan sampai jadi 'salah didik'.

Allah berfirman: إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. At Taghabun: 15)
Anak juga menjadi cobaan hidup bagi orangtuanya. Sehingga orangtua diminta agar berhati-hati. Keindahan itu tidak boleh melalaikan kita dari tugas para orangtua menjadi h…

Bersama, kita hentikan Kekerasan pada Anak dan Perempuan

Beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2014 saya menaiki bus dari Bekasi menuju Indramayu berdua dengan anak saya yang masih balita. waktu itu keadaan penumpang cukup sepi, mungkin hanya 5 baris dari depan yang terisi penuh. selebihnya di belakang kosong melompong. saya duduk di paling belakang barisan ke 5. pada barisan tempat duduk yang sejajar dengan saya ada laki-laki dan perempuan, sepertinya mereka pasangan entah pasturi atau pacar, dari wajahnya mereka masih sangat muda sekitar 20 tahunan.

Tidak lama duduk menikmati perjalanan, terdengar suara gaduh yang menarik perhatian saya sepertinya pasangan itu sedang bertengkar. laki-laki itu berbicara dengan kata-kata kasar, membentak, dan memaki si perempuannya. saya mulai khawatir terjadi sesuatu, dan semakin khawatir karena pasangan itu pindah ke tempat duduk paling belakang.

Suara gaduh itu tidak berhenti sampai disitu, disusul dengan suara benda jatuh. ya allah saya mulai ketakutan. anehnya orang seisi bus tidak ada yang peka, sa…

Jika Tabungan Berencana di Ambil Sebelum Jatuh Tempo

Jika kamu masih ragu untuk memutuskan ikut tabungan berencana atau kamu yang sedang ikut program tabungan jenis ini dan lagi dilema memikirkan "ambil, jangan, ambil, jangan" atau "ikut, jangan, ikut, jangan" kamu sedang membaca artikel yang tepat! karena saya akan mengulas semua sebab, akibat "Menarik Saldo Tabungan Berencana Sebelum Jatuh Tempo" dan "Tips Sebelum Membuka Tabungan Berencana" sebagai antisipasi agar suatu saat nanti kalian tidak gagal di tengah jalan. 

Tabungan berencana atau berjangka adalah jenis tabungan perencanaan target keuangan untuk mencapai suatu keinginan dan mengharuskan kita untuk setor setiap bulannya dengan jumlah tertentu yang sudah kita tentukan sendiri. selain aman dan menguntungkan, tabungan jenis ini juga memberikan bunga yang lebih besar dari pada tabungan biasa. namun bagaimana jika tabungan rencana yang kita harapakan untuk mencapai target yang kita inginkan, ternyata putus di tengah jalan karena suatu alasan…

Keuntungan Tabungan Berencana dan Resikonya Jika Diambil Sebelum Jatuh Tempo

Saya rasa sudah hampir semua orang memiliki rekening tabungan di bank. kalo sudah mempunyai rekening tabungan mayoritas mereka memiliki kartu ATM. saya jadi ingat dulu waktu membuat kartu ATM pertama saya, sangatlah ribet tidak segampang seperti saat ini. sekarang hanya pakai KTP pun jadi. dulu punya kartu ATM ada kebanggan tersendiri (bangganya versi anak 18 tahun yang punya hubungan dengan bank 😂) kartu ATM  di buat sebagai alat menerima gaji dari perusahaan tempat saya bekerja.

Waktu mempunyai rekening di bank saya tidak begitu mengerti istilah "ayo, menabung di bank" kalimat yang biasanya di tempel di kaca pintu masuk kantor bank.
"Ah, percuma naro uang di bank toh nanti di gesek, ambil, habis juga kan uangnya"
atau di sisain aja separuh gaji di rekening untuk di tabung?
"Ah percuma nanti gatel kalo butuh, ujung ujungnya gesek lagi".
ya, begitulah dulu pemikiran saya tentang bank. tidak mengerti deposito, bunga, yang saya tau itu Bank cuma tempat or…

Peluang Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga

Ada banyak perubahan setelah seorang wanita hidup berumah tangga, termasuk pribadi dan kebiasaannya. Jujur, jujur banget nget nget haha, dulu waktu ketemu teman lama satu sekolah atau satu tempat kerja ada perasaan gimana gitu, hehe ya gak gimana gimana gitu juga sih. melihat teman kita tetap bisa bekerja di kantor sedangkan kita kucel kucelan di dapur padahal dulu ketika sekolah bareng kerja bareng kita termasuk perempuan sosalita eh, paling update sama makeup. ini mah kayannya kisah gue deh, haha.

okey langsung aja ke inti, ada cerita menarik yang saya baca di MEDSOS seseorang yang bercerita tentang sesorang juga tentang status FB wanita karir lulusan S2 yang lebih memilih minggalkan karier cermelangnya dengan alasan,

 " saya ingin anak-anak dari kecil , di bimbing dan di didik oleh lulusan S2, bukan oleh pembantu yang rata-rata lulusan SD atau SMP "

ada juga yang seperti ini,

 "wanita itu tidak mesti berpendidikan tinggi-tinggi. Toh, pada akhirnya ia akan menjadi ibu…