Pentingnya Rasa Empati Sejak Masih Kanak-kanak

by - September 14, 2019



Moms pernah lihat gak sih, anak kecil yang suka musuhin teman sebayanya dengan alasan tidak suka sama kondisi temannya tersebut? "eh jangan temanin dia, dia kan begini, begitu". Kalo di jamannya aku kecil, pilih-pilih teman bagi anak kecil sudah umum banget. Musuh-musuhan, geng-gengan, bahkan aku kerap kali jadi anak yang gak ditemenin loh karena dianggap 'berbeda', hehe...

Jadi ceritanya anakku akhdan pernah mengadu kepada saya bahwa ada temannya yang suka pilah pilih teman. Sedangkan akhdan sudah saya ajarkan untuk tidak mudah terprovokasi untuk memusuhi temannya. Dia bingung untuk berpihak pada siapa karena merasa kasihan dengan temannya yang dimusuhi. Akhirnya dia membela temannya yang tidak salah, hmm jadilah mereka berdua dimusuhi. Meskipun dengan raut wajah sedih saya mengatakan bahwa yang dilakukannya benar dan akhdan coba mengakurkan kedua temannya tersebut.

"Ah biarlah nama ya juga anak kecil, nanti paling juga akur lagi"

Hal seperti ini terdengar biasa ya mom, di dalam dunia si kecil. Tapi ternyata sikap seperti inilah yang sebenarnya kurang baik dalam pembentukan karakter anak nanti. Sikap-sikap rasa peduli, ikut berempati, peka, ternyata merupakan kecerdasan dalam bentuk emosional, loh moms.


Nah, minggu lalu saya mau berbagi kebahagian kepda anak saya yang berani bertindak prososial, ke wahana bermain Bebeland di Summarecon Mall Bekasi. Selain ada banyak macam permainan yang mengedukatif, seperti BebeTown, BebeForest, BebeSea. Ada juga talkshow parenting yang dibintangi oleh keluarga Jonattan Frizi dan Nusa Rara, serial kartun anak favorit anakku. Selain ada talkshow parenting di acara bebeland kami juga seru-seruan disana. Akhdan berhasil coba 15 macam permainan dengan menyelesaikan misi yang pastinya mengedukasi.

Ikut percobaan sains

BebeTown, mencoba belajar memindahkan paku bumi 😂

Kayuh sepeda di BebeTown. Semakin rajin bersepeda semakin besar pula listrik yang dihasilkan untuk menyalakan lampu

Yeaayy... my badge is complete!

BebeSea

Talkshow parenting yang dibintangi oleh keluarga Jonattan Frizi dan Veraullie


Gimana cara masuknya?
Untuk masuk ke Bebeland, moms harus membeli paketnya terlebih dahulu. Harga susu bebelac lebih murah disini juga banyak hadiahnya. Ssttt... acaranya sampai heboh dan ramai loh.

Lanjut kebahasan kecerdasan emosional ya moms...

Menurut mom Nadya selaku psikolog rumah deandelon mengatakan kecerdasan emosi bisa mendukung kecerdasan intelektual. Seperti rasa empati dan aksi prososial. Bunda, Penanaman empati pada anak sangatlah penting. Saya setuju sekali dengan sharing season 'kecerdasan emosional' yg disiarkan di ig tv nya @bebeclub beberap waktu lalu.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan anak untuk merasakan, memahami perasaan yang dirasakan orang lain. Serta bagaimana dia dapat merespon dengan tepat atas perasan-perasaan tersebut.

Anak yang memiliki kecerdasan emosional mampu melakukan EMPATI. Artinya, semakin ia paham dengan kondisi orang lain, daya pikirnya lebih optimal. Misal dampak positif dari perkembangan kecerdasan emosional adalah mampu memberikan aksi prososial.

Sekarang coba kita perhatikan deh, rasa empati sejak kanak-kanak hasilnya bisa terlihat saat remaja. Masa peralihan. Duh banyak dari mereka melakukan bullying, memperolok, geng-gengan, tauran. hasilnya di masa depan? cepat terprovokasi, tidak punya perasaan terhadap kaum yang lemah, egois, karakter kekanak-kanakan.

Mengajarkan emapati kepada anak?
Insyaallah, sudah saya tanamkan sejak akhdan masih batita. Bukan hal yang berat kok, contoh hal kecil menanamkan empati sejak dini bisa dimulai saat ia mulai tertarik dengan binatang dan memeliharanya. Rasa kasih sayang terhadap mahluk hidup, rasa tanggung jawab memberi makan, belajar sebab-akibat. Meskipun tetap saja memelihara binatang menjadi tanggung jawab mamah sepenuhnya. Penanaman empati pada anak di bawah usia 3 tahun bisa kita arahkan secara spesifik seperti memerintah, ikuy berempati.

Selain itu tumbuh kembang si kecil juga harus didukung dengan asupan nutrisi yang baik ya, moms. Seperti mengonsumsi serat, buah dan sayur, minum susu dan banyak lagi kegiatan yang dapat merangsang stimulus.

Jadi paham kan moms, kecerdasan emosional dapat mendukung perkembangan kecerdasan intelektualnya.

Semoga bermanfaat!


You May Also Like

1 komentar