Nyamannya Naik Transportasi Umum Zaman Now

by - October 20, 2019


Kalo nonton drama korea saya selalu salfok sama keadan jalan rayanya yang tenang dan sedikit mobil pribadi. Mereka lebih suka naik transportasi umum, tentunya fasilitasnya yang sangat mumpuni. Transportasinya selalu modern. Ingat drama My Sassy Girl? yang dimana  latarnya di dalam sebuah KRL. Hmmm, mereka sudah punya Commuterline sudah lama sekali sekitar tahun 90an, lah kita baru mencicipi KRL di tahun dua ribu belasan, hehe.

Meski begitu, saya akui untuk perubahan transportasi 5 tahun ini perubahannya cukup signifikan. Pemerintah terus gencar melakukan inovasi terbaik untuk mada transportasi Indonesia. Seperti akan adanya LRT, MRT transportasi modern berteknologi tinggi, berharap dengan adanya fasilitas seperti ini dapat membuat masyarakat nyaman, aman, selamat, dan memilih menggunakan transportasi umum guna untuk meminimalisirkan kemacetan juga polusi dan boros BBM. Setuju?

Saya sih setuju banget, karena dengan banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan transportasi umum seperti KRL, Busway, Bus dan semoga kedepannya akan tercipta transportasi modren yang lebih mutakhir lagi juga murah, hehe. Secara langsung akan membangun Konektivitas untuk pemerataan pembangunan dalam negeri. Hal ini juga, menjadi nilai plus untuk ekonomi dan pariwisata Indonesia sendiri.


PERKEMBANGAN TRANSPORTASI 5 TAHUN TERAKHIR


Pembangunan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) 


Kondisi interior kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019). Rangkaian kereta LRT Jabodebek diproduksi oleh PT INKA di Madiun dengan komponen 60 persen buatan dalam negeri. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sumber photo: https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/4085627/6-fakta-lrt-jabodebek-buatan-anak-bangsa

Selain KRL yang menjadi ketertarikan saya adalah pembangunan LRT dan MRT. Meskipun agak sedikit lambat kita patut mengapresiasikan pembangunan transportasi ini. Karena bagaimanapun transportasi yang mumpuni mendukung pariwisata dan pemerataan penduduk itu sendiri.



Masih ingat jamannya pulang kampung naik kereta, itu sekitar tahun 2001. Biasanya kami naik Bus sekeluarga  yang terdiri dari 6 Anggota keluarga termasuk Bapak dan Mamah. Namun naik bus kerap kali macet parah dan berdesakan di Tol Cikampek. Maklum mobil kijang lawas milik keluarga sudah di jual. Jadilah naik transportasi umum merupakan pengalaman tak terlupakan bagi saya kecil. Namun tidak kuat dengan macetnya itu, kadang kita memilih transportasi kereta api karena lebih cepat meskipun sama-sama berdesakan.

Untuk menuju kampung halaman dari Bekasi ke Purwakarta tiket kereta masih seharga Rp.1500. Gerbongnyapun bejubel, banyak sekali penumpang berdesak-desakan. Saya ingat, saya, kakak-adik, juga Bapak paling suka duduk di dekat pintu kereta karena kami bisa merasakan semilir angin yang adem dan melihat pemandangan yang indah. Meskipun saya akui keadaan transportasi jaman milenium masih sangat jauh dari keselamatan, kenyamanan, dan keamanan. Potretnya adalah, para pengamen, tukang sapu dan sampah di setiap gerbong. Berdesak-desakan tidak ada pembatas jarak antara laki-laki dan perempuan yang beresiko sekali terhadap tindak kriminalitas. Para penumpang yang melebihi batas daya tampung atau masih banyak yang duduk di atas gerbong kereta.  Karena keadaan inilah yang turut membuat saya akhirnya malas pulang kampung menggunakan transportasi umun dan memilih membawa kendaraan pribadi kemanapun pergi.

Tahun berlalu dengan cepat, saya mulai aktif dalam pekerjaan yang mengharuskan saya untuk pergi bolak-balik di jalur Jabodetabek. Saya berpikir puluhan kali untuk membawa kendaran pribadi karena lebih rumit. Jadilah saya memilih Comuterine atau busway. Image rumit, takut, naik kereta, seketika hilang saat saya merasakan naik KRL Jabodetabek dan busway. 3 kata,

✔ Lebih hemat
✔ Tepat waktu
✔ Nyaman

Kelebihanya,
(+) Mengurangi sumbangan polusi
(+) Meminimalisirkan pemborosan BBM
(+) Seandainya bisa berjamaah dan di dukung dengan fasilitas yang maksimal dapat mengurangi kemacetan dan pemerataan pembangunan
(+) Olahraga, naik turun tangga di JPO atau stasiun 😂

Minusnya

  • Hanya ada di kota besar
  • Di daerah kampung masih ada beberapa yang minim angkutan kota sehingga anak sekolah mayoritas membawa motor (pengalaman tinggal di Indramayu)


Kritik dan saran

  • Mungkin jumlah gerbong KRL harus ditambah lagi supaya pas jam pulang-pergi kerja tidak terlalu berdesakan dan kadang sampai jam malam masih ramai sekali 
  •  Batasi pasokan penjualan kendaraan pribadi  dan edukasi tentang campaign transportasi umum
  • Harga tiket pesawat yang masih tinggi 
  • Kemudahan mengakses, kenyaman pengguna, harga ekonomis, bisa diterapkan kepada bus travel antar provinsi yang menyediakan fasilitas lengakap, seperti bed, toilet, wifi, dll. 
  • Gratis biaya mudik tanpa harus menghilangkan penghasilan para sopir itu sendiri.



"Kalo disuruh milih sih, saya pilih naik KRL atau Busway karena lebih tepat waktu, murah, dan gak ribet macet. Cuma itu harus berdesakan".  Karyawan 26th

"Dibandingin sama trasportasi 5 tahun yang lalu, ya semakin lebih baik sekarang ini". Ibu Elis, Pedagang 50thn

"Alhamdulilah teralisasikan juga LRT dj Jakarta. Semoga kedepannya bisa ada di kota besar lainnya". Nissa, Ibu Rumah Tangga 29th

"Suka sama perkembangan transportasi sekarang. Cuma pembangunannya agak sedikit mengganggu pengguna jalan". Eza, Pengguna Jalan 30th


Saya sebagai pengguna KRL menyatakan puas dengan perubahan transportasi 5 tahun belakangan ini. Sangat membantu pekerjaan saya. Hey, naik transpostasi umum itu sebenarnya nyaman dan lebih murah loh!


You May Also Like

0 komentar